Vapor

Rokok Elektronik (Elecronic Nicotine Delivery Systems atau e-Cigarette) adalah sebuah inovasi dari bentuk rokok konvensional menjadi rokok modern.Rokok elektronik diklaim sebagai rokok yang lebih sehat dan ramah lingkungan daripada rokok biasa dan tidak menimbulkan bau dan asap. Selain itu, rokok elektronik lebih hemat daripada rokok biasa karena bisa diisi ulang. Bentuknya ENDS seperti batang rokok biasa. Namun tidak membakar tembakau seperti produk rokok konvensional. Rokok ini membakar cairan menggunakan baterai dan uapnya masuk ke paru-paru pemakai.Rokok elektronik dianggap sebagai alat penolong bagi mereka yang kecanduan rokok supaya berhenti merokok. Alat ini dipasarkan sebagai alternatif yang lebih aman dari produk tembakau biasa.di indonesia,BPOM memperingatkan masyarakat bahwa rokok elektronik yang telah beredar di beberapa kota adalah produk ilegal dan tidak aman. Produk ini belum diuji klinis oleh karena itu berbahaya. Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menyatakan produk ini tidak aman dikonsumsi, merekomendasikan untuk melarang peredarannya.Kepala Badan POM, Kustantinah, menjelaskan bahwa kandungan propilen glikol, dieter glikol dan gliserin sebagai pelarut nikotin ternyata dapat menyebabkan penyakit kanker.Kustantinah menjelaskan dalam rokok elektronik terdapat nikotin cair dengan bahan pelarut propilen glikol, dieter glikol ataupun gliserin. Jika nikotin dan bahan pelarut ini dipanaskan maka akan menghasilkan nitrosamine. "Senyawa nitrosamine inilah yang menyebabkan penyakit kanker.Kustantinah menambahkan, semua rokok elektronik yang beredar di Indonesia adalah ilegal dan berbahaya bagi kesehatan. Di seluruh dunia, ia juga mengungkapkan, tidak ada negara satupun yang menyetujui rokok elektronik. Bahkan di beberapa negara seperti Australia, Brazil dan China rokok elektronik dilarang.Berikut ini merupakan efek samping dari vaping yang perlu Anda ketahui:
1. Batuk
Salah satu efek samping rokok elektronik adalah batuk, terutama bagi Anda yang baru pertama kali mencobanya. Beberapa penelitian telah menunjukkan batuk sebagai salah satu efek samping penggunaan rokok elektronik.
2. Dehidrasi
Pengguna rokok elektronik akan mengalami dehidrasi karena bahan propylene glycol yang terkandung didalamnya. Pada saat Anda merokok dengan rokok elektronik, Anda akan menarik kelembaban dari lingkungan dan masuk ke mulut dan tenggorokan. Hal itulah yang akan membuat orang mengalami dehidrasi.
3. Pusing
Menurut beberapa penelitian, rokok elektronik bisa membuat Anda mengalami dehidrasi. Dehidrasi yang berat akan membuat sakit kepala dan kandungan nikotin akan membuat Anda pusing.
4. Sakit perut
Banyak orang mengalami sakit perut setelah mereka beralih ke rokok elektrik. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa nikotin yang terkandung didalam vape menyebabkan sakit perut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi kanazawa

Prediksi sandiego